Senin, 08 Februari 2021
Kiasan Warna Bendera Merah Putih dan Cara Penggunaanya
Minggu, 07 Februari 2021
FUNDAMENTAL GERAKAN PRAMUKA
Apa itu FUNDAMENTAL GERAKAN PRAMUKA ? simak ulasan seputar FUNDAMENTAL GERAKAN PRAMUKA berikut.
Kita mulai pertama dari pengenalan istilah :
1. Gerakan Pramuka (AD Pasal 1) adalah wadah
2. Kepramukaan = segala sesuatu yang terkait dengan Pramuka
3. Pendidikan Kepramukaan = proses pembentukan kepribadian,kecakapan hidup, dan akhlak mulia pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan (ART pasal 8)
4. Pramuka = orangnya
Apa sebenarnya Tujuan GP ?
Membentuk generasi 3 K (AD pasal 3)
1. Karakter
2. Keterampilan
3. Kebangsaan
Untuk mencapai tujuan GP maka dibuat Kurikulum pendidikan kepramukaan yaitu SKU SKK (art pasal 27) di dalam SKU dan SKK terdapat 6 ranah yang dikembangkan yaitu Spiritual. Emosional, Sosial, intelektual, Fisik (SESOSIF)
Adapun alat untuk pencapaian SKU dan SKK ada keterampilan kepramukaan (tali temali, morse, simaphore) dan Teknik Kepramukaan (Jambore, LT, Latihan Rutin, persami dll)
Dalam menerapkan kurikulum dilandasi Prinsip Dasar (AD pasal 5)
Prinsip Dasar Kepramukaan meliputi: (AD Pasal 8)
a. iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;
c. peduli terhadap diri pribadinya; dan
d. taat kepada Kode Kehormatan Pramuka
Cara/prosedur untuk mengimplementasikan nilai dan Prinsip Dasar Kepramukaan menggunakan MK (AD Pasal 9)
a. pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;
b. belajar sambil melakukan;
c. kegiatan berkelompok, bekerjasama, dan berkompetisi;
d. kegiatan yang menarik dan menantang;
e. kegiatan di alam terbuka;
f. kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan, dan dukungan;
g. penghargaan berupa tanda kecakapan; dan
h. satuan terpisah antara putra dan putri;
Dalam menjalankan Metode Kepramukaan digunakan Sistem Among dan dikemas dalam bentuk Kiasan Dasar yang bersumber dari sejarah perjuangan dan budaya bangsa (AD pasal 11)
Dengan diselesaikannya kurikulum GP, harapannya tujuan GP dapat tercapai, adapun indikator ketercapain tujuan adalah
1. Happy (bahagia)
2. Heatlh ( sehat jamasni rohani)
3. Helpfull (suka menolong)
4. Handycraft ( ada karya)
(Pesan baden powell, ditemukan juga di pp polmekbin T/D)
Hingga akhirnya sampailah pada Tujuan akhir dari semuanya yaitu Hidup bahagia, mati bahagia (pesan terakhir baden powell)
Jumat, 05 Februari 2021
PENGERTIAN, BENTUK DAN KIASAN LAMBANG PRAMUKA
Sering melihat lambang Pramuka Indonesia? Minimal, Anda akan menjawab "Pernah melihatnya." Tetapi tahukah Anda tentang kisah dan makna si Tunas Kelapa (nyiur) berwarna coklat yang sering Anda temui di seragam hari Sabtu anak, adik atau bahkan Anda sendiri di masa lalu?
Lambang Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal tetap yang mengkiaskan cita-cita setiap anggota Gerakan Pramuka.
Lambang tersebut diciptakan oleh Bapak R. Soenardjo Atmodipoerwo, lahir pada tanggal 28 Februari 1909, beliau seorang Pembina Pramuka yang aktif bekerja di lingkungan Departemen Pertanian dan kemudian digunakan sejak 16 Agustus 1961. Lambang ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 06/KN/72 tahun 1972.
Bentuk dan Arti Kiasan
Bentuk lambang Gerakan Pramuka itu adalah Silhouette tunas kelapa. Arti kiasan lambang Gerakan Pramuka :
Satu :
Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti : penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah Nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia
Dua :
Buah Nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.
Tiga :
Nyiur dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan besarnya daya-upayanya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya. Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga.
Empat :
Nyiur bertumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus yakni yang mulia dan djudjur dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.
Lima :
Akar Nyiur yang bertumbuh kuat dan erat di dalam tanah melambangkan bahwa tekad dan kejakinan tiap Pramuka mempunyai dan berpegang kepada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
Enam :
Nyiur adalah pohon yang serbaguna, dari ujung hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Senin, 02 November 2020
Pasukan Pramuka Penggalang
⚜️Salam pramuka !!!⚜️
👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏
Gerakan
Pramuka Ambalan Pasopati Gugus Depan 23.035/23.036 Pangkalan MA.
MA'ARIF AMBULU PLUS KETERAMPILAN kali ini memposting tentang Pramuka Penggalang.
Pasukan Pramuka Penggalang
Pasukan Penggalang atau sering hanya
disebut pasukan adalah satuan organik dalam Gerakan Pramuka yang terdiri
atas paling banyak 32 orang Pramuka Penggalang. Pasukan Penggalang
dibagi dalam 4 regu yang masing-masing regu terdiri atas 6 - 8 orang
Pramuka Penggalang.
1. Pasukan terdiri dari paling banyak 32 orang Pramuka Penggalang.
2. Pasukan Penggalang putra terpisah dengan pasukan Penggalang putri.
3.
Pasukan terdiri dari satuan-satuan kecil yang dinamakan “Regu” yang
masing-masing terdiri dari 6 sampai 8 orang Pramuka Penggalang.
4.
Pembentukan regu dilakukan oleh Pramuka Penggalang sendiri, dan bila
diperlukan dapat dibantu oleh para Pembina dan Pembantu Pembina Pramuka
Penggalang.
5. Tiap regu memakai nama yang dipilih sendiri, yaitu
untuk regu putra digunakan nama hewan dan regu putri nama
tumbuh-tumbuhan atau bunga.
6. Tiap regu ditandai dengan bendera regu bergambar sesuai dengan nama-nama regu.
Sekian dan semoga bermanfaat
⚜️Salam pramuka !!!⚜️👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏
Selasa, 27 Oktober 2020
Pengertian Pramuka Penggalang
⚜️Salam pramuka !!!⚜️
👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏
Gerakan Pramuka Ambalan Pasopati Gugus Depan 23.035/23.036 Pangkalan MA. MA'ARIF AMBULU PLUS KETERAMPILAN kali ini memposting tentang Pramuka Penggalang.
Tingkatan dalam Penggalang berdasarkan pencapaian Syarat-syarat Kecakapan Umum Pramuka Penggalang dapat digolongkan dalam beberapa tingkatan, yaitu:
- Penggalang Ramu
- Penggalang Rakit
- Penggalang Terap
- Penggalang Garuda
Arti
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata ramu dimaknai sebagai "kumpul; urun; menjadikan satu (pendapat, akar-akaran, kayu-kayuan)". Karenanya kemudian Gerakan Pramuka Indonesia menjadikan kata ini sebagai nama tingkatan pertama dalam Syarat-syarat Kecakapan Umum Pramuka Penggalang, sebelum tingkatan berikutnya yaitu Rakit dan Terap.
Hal ini mengandung filosofi bahwa saat Pramuka Penggalang mencoba menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum Pramuka Penggalang Ramu, diibaratkan sebagai komponen-komponen mentah yang terpisah dan berdiri sendiri-sendiri serta belum termanfaatkan dengan baik. Saat itulah mereka disatukan menjadi kesatuan yang padu, komplit dan berdaya guna.
adalah tingkatan ketiga atau tertinggi dalam Syarat-syarat Kecakapan Umum satuan Pramuka Penggalang setelah Penggalang Ramu dan Penggalang Rakit.
SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 088/KN/1974 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Syarat-syarat Kecakapan Umum.
SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 058 Tahun 1982 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Kecakapan Umum.
Sekian dan semoga bermanfaat
⚜️Salam pramuka !!!⚜️👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏
Jumat, 02 Oktober 2020
Perindukan Siaga
⚜️Salam pramuka !!!⚜️
👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏
Gerakan Pramuka Ambalan Pasopati Gugus Depan 23.035/23.036 Pangkalan MA. MA'ARIF AMBULU PLUS KETERAMPILAN kali ini memposting tentang Perindukan Pramuka Siaga.
Perindukan Siaga (Filosofi & Pengorganisasiannya)
Pengertian
1. Sebutan “Perindukan” yang berarti tempat anak cucu berkumpul, mengkiaskan kelompok Siaga yang terdiri dari 3 sampai 4 barung
2. Sebutan “Barung” yang berarti tempat penjaga ramuan bangunan mengkiaskan kelompok kecil Siaga beranggotakan 6 sampai dengan 8 anak.
Pengorganisasian
1. Perindukan Siaga merupakan satuan peserta didik yang berusia antara 7-10 tahun, idealnya terdiri antara 18-24 Pramuka Siaga.
2. Perindukan Siaga dibagi dalam satuan kecil yang disebut Barung, masing-masing terdiri dari 6 -8 orang. Dalam kelompok kecil ini Pramuka Siaga dapat belajar memimpin, dipimpin, bertanggungjawab, berorganisasi, dan bekerjasama dengan bantuan pembinanya.
3. Pembentukan barung dilakukan oleh para Pramuka Siaga dengan bantuan pembina dan Pembantu Pembina Siaga.
4. Setiap barung memakai nama barung yang dipilih sendiri oleh anggota barung. Barung putera maupun barung putri menggunakan nama "warna" (hijau, putih, biru, coklat, dan lain sebagainya.)
5. Perindukan dibina oleh Pembina Putri yang disebut Bunda atau Pembina Putra yang disebut Yanda, dibantu oleh Bucik atau Pakcik.
6. Dalam pembinaan,Siaga puteri dibina oleh Pembina Puteri, Siaga Putera, dibina oleh Pembina putera atau Pembina puteri, Pembina putera tidak diperkenankan membina Siaga puteri.
Sekian, semoga bermanfaat
⚜️Salam pramuka !!!⚜️
👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏
Kamis, 01 Oktober 2020
Pengertian Pramuka Siaga
⚜️Salam pramuka !!!⚜️
👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏
Gerakan Pramuka Ambalan Pasopati Gugus Depan 23.035/23.036 Pangkalan MA. MA'ARIF AMBULU PLUS KETERAMPILAN kali ini memposting tentang Pramuka Siaga.
Pengertian Pramuka Siaga
Siaga adalah sebutan bagi Anggota Pramuka yang berumur antara 7-10 tahun. Disebut Pramuka Siaga karena sesuai dengan kiasan (kiasan dasar) masa perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia meyiagakan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia.
Kode kehormatan
Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga ada dua, yaitu Dwi Satya (janji Pramuka Siaga) dan Dwi Darma (ketentuan moral Pramuka Siaga).
Dwi Satya
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mengikuti tata krama keluarga. Setiap hari berbuat kebaikan.
Dwi Darma
Siaga berbakti kepada ayah dan ibundanya, Siaga berani dan tidak putus asa
Dua Kode Kehormatan yang disebutkan di atas adalah standar moral bagi seorang Pramuka Siaga dalam bertingkah laku di masyarakat. Jadi kalau ada seorang anggota Pramuka Siaga yang tingkah lakunya tidak sesuai dengan standar moral ini, dia belum bisa disebut Pramuka Siaga seutuhnya.
Satuan
Satuan terkecil dalam Pramuka Siaga disebut Barung. Setiap beberapa Barung dihimpun dalam sebuah satuan besar yang bernama Perindukan. Barung diberi nama dengan warna semisal, Barung Merah, Barung Hijau dll. Sebuah Barung beranggotakan antara 6 - 8 orang Pramuka Siaga dan dipimpin oleh seorang Pemimpin Barung (Pinrung) yang dipilih oleh Barung itu sendiri. Masing-masing Ketua Barung ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin Barung Utama yang disebut Sulung. Sebuah Perindukan terdiri dari beberapa Barung yang akan dipimpin oleh Sulung itu tadi.
Dalam siaga ada tiga tingkatan dalam menyelesaikan syarat-syarat kecakapan umum yakni :
1. Siaga Mula adalah tingkatan pertama Syarat-syarat Kecakapan Umum dalam satuan Pramuka Siaga. Setelahnya baru Siaga Bantu dan Siaga Tata.
Arti
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata mula dimaknai sebagai "1 asal; awal; pokok asal:; 2 yg paling awal; yg dahulu sekali; waktu (tempat, keadaan, dsb) yg menjadi pangkal)". Karenanya kemudian Gerakan Pramuka Indonesia menjadikan kata ini sebagai nama tingkatan pertama dalam Syarat-syarat Kecakapan Umum Pramuka Siaga.
Hal ini mengandung filosofi bahwa saat Pramuka Siaga sebagai golongan pramuka yang paling kecil, mencoba menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum Pramuka Siaga Mula, diibaratkan sebagai awalan atau pangkal dari proses pendidikan kepramukaan yang diharapkan menjadi dasar yang kuat bagi kehidupan peserta didik di kemudian hari.
2. Siaga Bantu adalah tingkatan kedua Syarat-syarat Kecakapan Umum dalam satuan Pramuka Siaga. selain Siaga Mula dan Siaga Tata.
Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai tingkat Siaga Bantu, seorang Pramuka Siaga Mula harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
Rajin dan giat mengikuti latihan Perindukan sebagai Siaga Mula, sekurang-kurangnya 10 kali latihan. Bersungguh-sungguh mengamalkan Dwi Darma dan Dwi Satya. Tahu arti lambang Gerakan Pramuka dapat memelihara bendera kebangsaan Indonesia.Tahu nama Negara, Ibu kota Negara, Kepala Negara Republik Indonesia, hafal Pancasila, tahu nama dan alamat Kepala Desa dan beberapa tokoh masyarakat lain di sekitar tempat tinggalnya. Dapat membaca jam, Dapat menunjuk sedikitnya 4 mata angi. Dapat menjalankan latihan-latihan keseimbangan. Dapat melempar dan menerima lemparan bola dengan tangan kanan dan kiri.Dapat membuat dan menggunakan simpul mati, simpul anyam, dan simpul pangkal.Memiliki buku Tabanas, Buku Tabungan Pramuka, atau Buku Tabungan Pelajar dan sudah menabung uang secara teratur dalam buku tabungan itu selama sekurang-kurangnya 8 minggu sejak menjadi Siaga Mula. Setia membayar uang iuran kepada Gugusdepannya, sedapat-dapatnya dengan uang yang diperolehnya dari usahanya sendiri. Memelihara sedikitnya satu macam tanaman berguna atau sedikitnya satu jenis binatang ternak, selama kira-kira 2 bulan. Memelihara kebersihan salah satu ruangan di rumahnya, di sekolahnya, di tempat ibadat, atau di tempat lain. Dapat mencuci dan melipat pakaiannya sendiri.
Keagamaan (sesuai dengan agama masing-masing) Untuk Siaga yang beragama Islam:
- Dapat menyebut Rukun Iman
- Dapat menyebut Rukun Islam
Untuk Siaga yang beragama Katolik:
- Tahu Syahadat Katholok, do’a pagi, dan do’a malam
- Mengetahui riwayat hidup salah satu orang suci Katolik
- Dapat menyanyikan lagu-lagu Natal
Untuk Siaga yang beragama Protestan:
- Dapat menyanyikan 3 nyanyian Kristen
- Hafal do’a Bapa Kami
- Tahu sebuah hikayat dari Al Kitab
Untuk Siaga yang beragama Hindu:
- Dapat menyebut tujuan hidup agama Hindu
Untuk Siaga yang beragama Budha:
- Telah melakukan kebaktian agama Budha, baik sendiri maupun bersama-sama.
3. Siaga Tata adalah tingkatan ketiga atau terakhir dalam Syarat-syarat Kecakapan Umum satuan Pramuka Siaga. setelah Siaga Mula dan Siaga Bantu. Pramuka Siaga yang telah menyelesaikan SKU Siaga Tata dapat mengikuti Pramuka Garuda untuk golongan Pramuka Siaga.
Sekian dan semoga bermanfaat
⚜️Salam pramuka !!!⚜️
👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏


